Baca Tulisan Ini Sebelum Anda Bilang “Resolusiku Gak tercapai”, “Aku Gagal”, “Aku Gak Mampu”

Duuuh Dietku Gagal Nie, Udah Olah Raga tapi kok berat badanku gak turun-turun ya, malah jarum timbangan ke kanaaan terus

Duuuh aku memang gak mampu jadi ibu yang baik, melihat anak yang mberantakin mainan langsung deh tandukku muncul, Emang susah ya jaga emosi itu

Aku pengen deh menyelesaikan tugas akhir kuliahku, tapi kok rasanya susaaah banget ya. Sepertinya aku gak layak lulus kuliah nie

Nah, Rekan-rekan yuk cermati apakah pernah mengalami kisah yang mirip contoh tersebut? merasa tidak mampu mencapai tujuan, merasa gagal, merasa stuck dengan kondisi diri yang dirasa tidak mengalami progres…

Di tulisan ini Psikolog Beautiful Soul akan membedah cerita tersebut dengan salah satu metode dari Neuro Linguistic Programming (NLP) bernama Neuro Logical Level (NLL). Apa pula itu NLL ya

Mengenal Neuro Logical Level (NLL)

Diambil dari Blog
Teddi Prasetya

Neuro Logical Level merupakan alat bantu/tools untuk merancang perubahan hidup yang lebih realistis sekaligus bermakna.

Ketika punya tujuan, contoh latihan olah raga rutin kadang tidak konsisten, bosan dan males.

Mau olah raga kok rasanya maleees ya, percuma olah raga teteepppp bikin badan gemuk, percuma aku olah raga nanti malah laper sehingga latihan yang semula dirancang untuk rutin terjadi penundaan. Lalu kita pun melupakan resolusi tersebut untuk kemudian disusun lagi di tahun depan

Untuk mewujudkan resolusi kadang kurang konsisten, tidak dilakukan secara jangka panjang dan kita berhenti karena menemui kendala. Hanya saja kendala tersebut seringkali muncul dari pikiran diri sendiri contoh dalam program diet cermati kata-kata yang sering diucapkan melalui pikiran, diet mulai besok, mau makan yang sehat kok banyak godaan dari teman kantor yang nawari camilan yang enak. Kita butuh perubahan yang dapat mendukung pikiran dan tindakan selaras dengan tujuan.

Konsep NLL dikembangkan oleh oleh Robert Dilts seorang Leadership and NLP expert. Model ini mengasumsikan bahwa setiap perubahan terjadi di level yang berbeda. Semakin tinggi level perubahan terjadi, semakin permanenlah perubahan tersebut.

Teddi Prasetya Yuliawan (founder Indonesia NLP Society, penulis buku The Art Of Enjoying Life, #NasihatDiri) di Blog berikut menuliskan bahwa melalui NLL kita diajak untuk merancang resolusi, perubahan diri dengan melakukan perjalanan ke dalam lapisan demi lapisan dari pikiran. Bagaimana kita merancang goal/resolusi yang lebih realistis, tidak sekedar ikut-ikutan, possible untuk dilakukan dan dapat membantu kita bertahan?

Sebelum Anda buru-buru mengucapkan kata aahhh resolusi itu gak penting, ngapain bikin resolusi kalau akhirnya gagal yuk cermati dan perluas pikiran yang kita miliki lapis demi lapis

Saya beri contoh dari membuat simulasi program diet dengan model lapisan pikiran berikut

  1. Lingkungan

Ketika memutuskan untuk melakukan program diet penting mengelola lingkungan agar mendukung program. Lingkungan berupa fisik dan nonfisik. Contoh mengelola lingkungan fisik seperti apa saja bahan makanan yang tersimpan di kulkas, latihan olah raga di gym mungkin lebih mendukung kita konsisten daripada di rumah?

Contoh lingkungan nonfisik komunitas yang kita butuhkan untuk mendukung program diet?Lingkungan seperti apa yang perlu dikelola supaya tidak mengganggu program rutin berolah raga?Coach/mentor siapa kita butuhkan untuk mendukung program olah raga rutin?

2. Perilaku

Perilaku yang dimaksud dalam tool NLL adalah apa saja aktivitas yang perlu dilakukan sehingga menjadi kebiasaan. Ketika merancang program diet perlu melakukan aktivitas yang rutin seperti merancang makanan apa saja yang perlu dikonsumsi secara rutin, berapa kali aku butuh makan yang baik untuk tubuhku?Untuk Olah raga, latihan apa yang aku lakukan, butuh dilakukan berapa kali dalam satu minggu, berapa lama durasi olah raga.

Di dalam level perilaku kita juga butuh membuat to do list apa saja urut-urutan aktivitas yang butuh dilakukan ketika olah raga seperti memakai baju olah raga, memakai sepatu dan seterusnya. Kita juga perlu melakukan introspeksi diri perilaku yang perlu dikurangi

3. Capability (Kemampuan)

Kemampuan berisi pengetahuan dan juga ketrampilan (skill). Untuk contoh makanan, kita kita butuh mengetahui bahan makanan, cara pengolahan, makanan yang dibutuhkan tubuh ketika program diet

Ketika memiliki olah raga kita perlu menguatkan perbekalan pengetahuan dengan paham apa olah raga yang tepat untuk kondisi tubuh?Bagaimana kemampuan kita menemukan coach/mentor. Kita juga perlu belajar dari dokter/ahli nutrisi jika memungkinkan

Untuk program diet, ketika menemui godaan dari teman yang memberikan camilan kita butuh ketrampilan untuk berkomunikasi dengan cara yang bijak, ketrampilan mengontrol diri, mengelola stres ketika kita memilih makan sebagai salah satu cara menurunkan ketegangan pikiran

4. Keyakinan Dan Nilai

Darmawan Aji, seorang coach produktivitas menulis di blog bahwa keyakinan adalah yang dianggap benar dan baik, sedang nilai adalah yang dianggap penting

Keyakinan dan nilai-nilai dapat mendukung agar dapat menjaga resolusi dan rancangan tujuan dilakukan secara konsisten dan bertahan lama. Keyakinan tentang olah raga contoh aku yakin dengan Olah raga yang teratur dapat menjaga berat badan ideal dan happy, aku yakin mengonsumsi makanan itu bukan sekedar kenyang tapi yang baik untuk tubuh

5. Identitas

Identitas adalah cara kita menilai diri dan apa yang kita sematkan ke dalam diri. Untuk mendukung tujuan kita butuh menyematkan identitas diri yang selaras seperti aku orang yang sehat dan bahagia, aku adalah instruktur yoga yang bugar dan fit aku ibu yang kreatif, aku ayah yang fit.

Kita cermati identitas diri yang disematkan seperti aku gak layak, aku gak mampu tentu tidak menggerakkan secara konsisten untuk mengelola lingkungan, melakukan latihan secara rutin harian, membuka buku/mencari informasi dan ilmu tentang latihan yang tepat, mencari coach/mentor untuk mendukung latihan konsisten, belajar masak yang cocok untuk program diet.

6. Spiritualitas

Lapisan pikiran di level spiritualitas merupakan pikiran bahwa ada sesuatu yang lebih besar dari diri kita. Program diet dan olah raga pun tidak bisa terlepas dan sangat terhubung dengan relasi kita dengan hal yang lebih besar seperti sebagai makhluk Tuhan. Spiritualitas diwujudkan dalam Misi hidup sebagai hamba yang menjaga tubuh sebagai bentuk ibadah melalui makanan dan olah raga.

Coach Produktivitas Darmawan Aji menuliskan di blog Perubahan yang permanen adalah perubahan di semua level. Perubahan yang permanen adalah ketika enam level perubahan berjalan seiring dan selaras. Anda dapat memulainya dari level mana saja yang paling memungkinkan bagi Anda. Lalu, mulailah menyelaraskan level-level lainnya satu demi satu.

Tips Dari Psikolog Beautiful,

  1. jadikan NLL sebagai tools untuk melakukan introspeksi diri ketika berproses dalam sebuah perubahan, resolusi atau agenda. Ketika mengalami stuck, merasa putus asa yuk coba lihat ke dalam diri ke lapisan pikiran apa yang perlu kita perbaiki
  2. Buat rencana sedetil mungkin dan tentukan outcome (hasil yang ingin dicapai) secara detil, terukur. Contoh detil dan terukur adalah dapat dilihat berapa kg berat badan yang diinginkan, berapa lingkar pinggang/perut, dapat didengar seperti apa yang Anda dengar dari diri sendiri ketika mencapai goal
  3. Buat jurnal untuk menuliskan level perubahan secara detil dan realistis. Dengan menulis jurnal membantu otak mengerahkan bala bantuan untuk melangkah
  4. Sering-sering ditengok ya goal kita dengan melakukan visualisasi NLL dari lapisan ke lapisan. Otak kita menyukai keteraturan dan langkah-langkah yang detil untuk memudahkan kita mewujudkan resolusi

Terima Kasih Sudah Menyimak Blog Psikolog Beautiful Soul

With Love

Arum Sukma Kinasih,M.Psi.,Psikolog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: